YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Senin, 06 Oktober 2014

GOOD FRIENDS (already posted in my tumblr)

"You can not save people, you can only love them"
That’s totally describe what i feel now. As a God creator, you don’t know what will be happen in your life, you don’t know who will you meet tomorrow, you don’t know anything about tomorrow.
Have you ever be in a position, when you meet some people that you never met before in your life, and then they totally make you feel that your life more coloured, and you do everything with them, and you love them as part of your heart, and in a little time, you must get separated from them?
I feel it now.
But, what can I do? I love them, very very love them, I just met them two months ago. We come from different places, different religions, and different gender. But you know what? We support each other, we make many jokes that just we know that jokes.
I don’t wanna cry about this anymore. But if I remember them, everything changes into something that i’m very thankful for and i’m very sad because.
Haha.
Life is totally complicated. I don’t know why God write a friendship story about us and then i have to separated from them. But I believe, this friendship story will be an amazing story, cause everything written by God are pretty amazing.
I love them. And I’m glad to have them.

Yang Entah Aku Menyebutnya Apa

Seharusnya nggak ada yang perlu ditangisi di dunia ini.
Seharusnya seperti itu.
Tapi pahamkah bahwa kita tak jarang juga melanggar keseharusan itu, untuk satu alasan?
Hati.

Banyak hal yang bisa dicari didunia ini.
Tapi ada satu yang tidak bisa.
Kenangan, momen, memori.
Apa pun kau menyebutnya, intinya seperti itu lah.

Ingatkah ada saat-saat mendengar lagu saja seperti menghantamkan batang pohon besar ke dada?
Lewat di suatu tempat saja seperti ingin menangis sekaligus tertawa?

Pasti kita semua pernah merasakannya.
Tanyakan pada hati-hati kita, mungkin mereka sudah terlalu berat menyimpannya.
Tanya saja.
Setidaknya dia bisa membaginya walaupun hanya sekedar jawaban.

Kenangan, momen, memori,
lebih mahal dari apapun di dunia ini.
Tidak ada 5 September yang sama, kalaupun sama, pasti berbeda di entah 2014-nya, 2015-nya,
tidak akan pernah sama.

Tidak ada sofa yang pernah sama.
Tidak ada malam yang sama.
Tidak ada sepiring tahu tek-tek yang sama.
Tidak ada sekotak terang bulan coklat holland yang sama.
Tidak ada kertas-kertas yang sama.
Tidak ada tawa yang sama.
Tidak ada canda yang sama.

Mungkin aku masih ingat,
detail bagaimana tawa itu menguar di udara,
membuat aku menambah rasa syukurku menjadi salah satu penghuni bumi ini.
Mungkin aku masih ingat,
bagaimana lampu-lampu kota bercerita,
bagaimana angin malam berhembus,
bagaimana membuat ketakutan itu menjadi kekuatanku.
Mungkin aku masih ingat,
bagaimana tangis itu terdengar begitu tulus,
bagaimana rasa khawatir itu kentara sekali di wajah,
mungkin aku masih ingat.
Dengan sangat jelas, malah.

Yah, setidaknya, aku masih ingat,
meskipun semuanya tak akan pernah sama lagi.
Setidaknya, aku pernah terpilih.
Setidaknya, tawa yang menguar di udara itu pernah menjadi bagian dari tawaku.
Setidaknya, aku pernah memiliki kalian.

Yang entah aku harus menyebutnya apa.
Kalian terlalu baik.
Sangat baik.