YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 01 November 2011

Tentang yang tak Terkatakan


Aku merasakannya di sini, di bagian dadaku yang pernah tercabik dan kemudian terbalut lagi dengan rapi.
Aku merasakannya di sini, di selubung merah tak berasa namun aku dapat mengkhayalkannya.
Aku merasakannya di sini, di antara napasku yang lapar.

Aku takut tercabik lagi, jadi aku berusaha untuk tidak merasakannya.
Aku takut selubung itu remuk, jadi aku berusaha untuk tidak merasakannya.
Aku takut lapar lagi, jadi aku berusaha untuk tidak merasakannya.
Aku takut bernapas dan sakit lagi...

Sabtu, 27 Agustus 2011

The New Me

Oke balik lagi ke aku yang sekarang udah jadi anak SMA. Bangga banget ya kayaknya? Pastinya dooong, secara aku udah bukan anak SMP yang masih bisa dikatai bau tengik, bau kencur, segala macam bau laaah. Nggak banyak yang berubah kok, kecuali seragam aja tentunya yang berubah warna jadi putih abu-abu. Aku ya masih tetep gini, masih tetep item, kucel, tapi manis *huek :D Someone under the sky juga tetep nggak berubah kok ;)

Terus... apalagi yah? Segitu aja deh. Lagi malas blogging.

Tetep tunggu post-post aku selanjutnya yaaa ;) mau bertapa dulu, nyari inspirasi untuk apa yang harus aku post nanti. See you later, papay ~

Minggu, 03 Juli 2011

Ini takdir? Kebetulan? Atau...

Aku ngga pernah nyangka kebetulan itu memang ada. Ah ini kebetulan, atau do'a yang dikabulkan? Atau takdir? Atau apa yaaa?
3 Juli 2011, tadi sore itu, aku habis ngantar makanan ke rumah keluarga bareng bapakku. Terus rencana mampir buat beli martabak dekat RS. Kebetulan kalo mau ke RS aku biasanya lewat TO. Dan di situ lagi banyak anak motor yang ngumpul, maklum Minggu sore. Dan taraaaaa tatapanku terpaku sama satu orang yang aku ngga sangka-sangka dia ada di situ hey!
Pils yang aku kangenin sebulan lamanya, yang pengeeeeen banget aku liat mukanya, yang tiap sebelum tidur aku pasti berdo'a untuk bisa liat dia lagi, yang semalam sebelumnya aku tulis di twit-ku kalo aku ngga rela berangkat sebelum ketemu dia!
Dan lalalalala alhamdulillah do'aku terjawab, penantianku yang panjang terkalbulkan!
Huaaaaa aku sampai lemes saking deg-degannya *aneh. Akhirnya pas bapakku nunggu martabak, dengan alasan mau keliling-keliling, aku paculah motor kembali ke tempat dia tadi. Aku tutup kaca helm-ku, dan satu hal yang kusyukuri, helm-ku kacanya kaca pelangi, jadi wajahku ngga nampak!

Aku lewat di depan kumpulannya dia, ngeliat dia pake baju hitam, ketawa. God, aku langsung lemes!
Aku mutar, lewat lagi di depan dia, dia lagi ngelihatin orang-orang yang lewat di jalanan.
Aku mutar lagi, dia nyobain sarung tangan kulit mungkin punya temennya sambil ketawa-ketawa.
Aku mutar *lagi, ngeliat kostumnya. Oh, itu kan tas yang dia pake waktu perpisahan, duh jadi keingetan :'D
Aku mutar *yang keberapa kalinya ya? Masih ngeliat kostumnya. Dia lagi pake celana jins abu-abu!
Aku mutar, dia lagi nunduk ngambil sesuatu yang jatuh.
Aku mutar lagi, ah kenapa dia pasang muka nakal gitu?
Aku mutar, mikir, ada yang nyadar nggak ya aku udah puluhan kali mutar-mutar sini? Mudahan enggak!
Aku mutar, terus, merekam setiap adegan yang dia lakukan, yang tertangkap sekelebat mataku.
Terus terus terus sampai aku pusing, capek, sampai mataku panas!

Akhirnya aku berbalik, oke udah! Cukup! Stok kangenku udah terlampiaskan, makasih pils! :')
Aku pun kembali, aku ngga tau bisa ketemu dia lagi kayak gini atau nggak. Aku sih berharap dia ngeliat aku, ngasih senyum gitu *ah tapi ga mungkin kayaknya.
Bye! Udah, finish! Dan aku masih ngga nyangka sampai sekaraaaaaang.
Dia. Dia. DIA?! :D

Sabtu, 28 Mei 2011

Ketika Sakit itu Menusukku

Aku menyiramkan air beku itu ke tubuhku. Membiarkan kebekuannya menembus kulitku, meretakkan persendianku, membiarkannya membuatku tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Yang kutahu hanya beku. Aku tidak tahu entah bagaimana, tapi kakiku terasa nyeri. Nyeri yang sangat menusuk. Aku membiarkannya, dan terus menyiramkan air itu dengan tuangan-tuangan besar ke tubuhku, mencoba menghilangkan rasa sakit di kepalaku.

Tapi tetap saja, rasa itu terus bergumul di sana. Marah, sedih, bersalah, egois, semuanya campur-aduk. Dan dinginnya hari ini seakan membantu melengkapi dinginnya hatiku. Sambil terus menyiramkan air beku itu ke tubuhku, memoriku menjelajahi setiap ingatan yang kupunya, memutar setiap adegan, memainkan setiap kata-kata.

Kapan aku tahu dia? Oh bahkan sebelum aku masuk ke kehidupan itu aku sudah tahu ada orang bernama dia di sana.
Kapan aku kenal dia? Kapan? Aku tak peduli siapa dia.
Kenapa aku menulis tentang dia? Apa perlu alasan?
Kenapa dia? Apa aku bisa memilih?
Kapan dia membuatku tersenyum? Sering.
Kapan dia mebuatku menangis? Setiap malam, tapi bukan salahnya.
Aku mencintainya? Tidak tahu.
Aku peduli tentang dia? Waktu dia luka aku takut. Itu peduli?
Apa aku menunggunya setiap hari? Sangat.

Guyuran air itu bertambah menyakitkan.

Dia tahu... aku? Tahu, kenapa tidak?
Dia kenal aku? Iya.

Terus ada masalah? Ada! Sepertinya aku memang mencintainya. Yasudah, biarkan saja perasaanmu mengalir! Nggak segampang itu! Kenapa? Aku nggak bisa... Kenapa nggak bisa? Kau hanya harus membiarkannya mengalir saja. Susah, terlalu menyakitkan mencintai orang yang nggak akan bisa membalas cinta kita.

Air itu bertambah dingin ketika semuanya berputar. Caranya memanggilku, senyumnya, caranya berjalan, caranya memandang lapangan saat dia berjalan di koridor lantai dua, caranya duduk di tangga, bagaimana dia makan, bagaimana dia tertawa, bagaimana dia membetulkan letak kacamatanya, bagaimana dia hormat setiap upacara, bagaimana... Ah terlalu banyak, sakit.

Senin, 16 Mei 2011

Gallery of Eminem

This is about my inspirator...
Don't you know who is Eminem? Oh this is a stupid question, 'cause i know that you know.

the little shady, he's so cute and he looks good

HAHA! B-Rabbit!

I still don't believe that he's the little Shady!

He wore pink t-shirt! LOL! Nice!
But i think he looked so thin.


Is he? Really?!

With his mom, Debbie Matthers.

 His ex wife, Kim.


Wow! Look the kid's middle finger!

This is the real Eminem! :D