YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 28 Mei 2011

Ketika Sakit itu Menusukku

Aku menyiramkan air beku itu ke tubuhku. Membiarkan kebekuannya menembus kulitku, meretakkan persendianku, membiarkannya membuatku tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Yang kutahu hanya beku. Aku tidak tahu entah bagaimana, tapi kakiku terasa nyeri. Nyeri yang sangat menusuk. Aku membiarkannya, dan terus menyiramkan air itu dengan tuangan-tuangan besar ke tubuhku, mencoba menghilangkan rasa sakit di kepalaku.

Tapi tetap saja, rasa itu terus bergumul di sana. Marah, sedih, bersalah, egois, semuanya campur-aduk. Dan dinginnya hari ini seakan membantu melengkapi dinginnya hatiku. Sambil terus menyiramkan air beku itu ke tubuhku, memoriku menjelajahi setiap ingatan yang kupunya, memutar setiap adegan, memainkan setiap kata-kata.

Kapan aku tahu dia? Oh bahkan sebelum aku masuk ke kehidupan itu aku sudah tahu ada orang bernama dia di sana.
Kapan aku kenal dia? Kapan? Aku tak peduli siapa dia.
Kenapa aku menulis tentang dia? Apa perlu alasan?
Kenapa dia? Apa aku bisa memilih?
Kapan dia membuatku tersenyum? Sering.
Kapan dia mebuatku menangis? Setiap malam, tapi bukan salahnya.
Aku mencintainya? Tidak tahu.
Aku peduli tentang dia? Waktu dia luka aku takut. Itu peduli?
Apa aku menunggunya setiap hari? Sangat.

Guyuran air itu bertambah menyakitkan.

Dia tahu... aku? Tahu, kenapa tidak?
Dia kenal aku? Iya.

Terus ada masalah? Ada! Sepertinya aku memang mencintainya. Yasudah, biarkan saja perasaanmu mengalir! Nggak segampang itu! Kenapa? Aku nggak bisa... Kenapa nggak bisa? Kau hanya harus membiarkannya mengalir saja. Susah, terlalu menyakitkan mencintai orang yang nggak akan bisa membalas cinta kita.

Air itu bertambah dingin ketika semuanya berputar. Caranya memanggilku, senyumnya, caranya berjalan, caranya memandang lapangan saat dia berjalan di koridor lantai dua, caranya duduk di tangga, bagaimana dia makan, bagaimana dia tertawa, bagaimana dia membetulkan letak kacamatanya, bagaimana dia hormat setiap upacara, bagaimana... Ah terlalu banyak, sakit.

Senin, 16 Mei 2011

Gallery of Eminem

This is about my inspirator...
Don't you know who is Eminem? Oh this is a stupid question, 'cause i know that you know.

the little shady, he's so cute and he looks good

HAHA! B-Rabbit!

I still don't believe that he's the little Shady!

He wore pink t-shirt! LOL! Nice!
But i think he looked so thin.


Is he? Really?!

With his mom, Debbie Matthers.

 His ex wife, Kim.


Wow! Look the kid's middle finger!

This is the real Eminem! :D

Jumat, 25 Februari 2011

Selamat Bertanding, Semoga Menang!

Malam ini gak bisa nonton, padahal pengen banget nonton. Sesering-seringnya aku nonton turnamaen gak pernah sama sekali nonton kalian tanding, gak jodoh kali ya haha.

Selamat bertanding lah :) Sayang aku gak bisa nonton aaargh. Eh tapi siapa juga yang peduli aku nonton atau gak? Gak ada yang ngeharepin kehadiranku haha.

Keep fighting, kalo aku bisa, aku akan bertahan nonton kamu walopun gak akan ada yang peduli termasuk kamu. Aku akan bertahan nonton walopun sampe tengah malam.

Aku pengen kamu menang, aku pengen kamu yang pegang pialanya nanti. Aku pengen kamu yang senyum. Aku pengen kamu senang.

BERJUANGLAH boys! ;)

Senin, 14 Februari 2011

STOP

Sekarang aku belajar...
Aku gak akan peduli sama apa pun tentang mereka lagi.
Buat apa mikirin orang yang gak pernah mikirin kita?
Buat apa nangisin orang yang gak pernah peduli sama kita?
Apa gunanya buat kita?
Toh kita cuma akan terlihat bodoh.

Aku nggak peduli sama apa pun tenatang anak itu.
Abaikan postinganku yang dulu!
Itu cuma SAMPAH!

Aku nggak akan peduli nananana----
Buat apa toh peduli? Toh dia cuma bisa ngancurin perasaan banyak orang.
Dia egois! Kasar! Jahat!

Bye-bye my dark side... Thanks for all you gave... i always remember it ;)